Bagiamana Cara Membuat Sepatu

cara membuat sepatu

Bagi anda yang ingin membuat sepatu sendiri,  yang mungkin akan membuat usaha pengrajin sepatu, itu cara yang baik. Mengingat perkembangan model sepatu terbaru setiap harinya semakin beragam dan menjadi peluang usaha jika anda serius untuk menjalaninya. Nah bagi anda yang ingin memulai membuat sepatu, di bawah ini adalah beberapa cara membuat sepatu : Continue reading “Bagiamana Cara Membuat Sepatu”

Bagiamana Cara Membuat Sepatu

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA KonsepSumber daya manusia merupakan peranan penting bagi keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, karena manusia merupakan aset hidup yang perlu dipelihara dan dikembangkan. Oleh karena itu karyawan harus mendapatkan perhatian yang khusus dari perusahaan. Kenyataan bahwa manusia sebagai aset utama dalam organisasi atau perusahaan, harus mendapatkan perhatian serius dan dikelola dengan sebaik mungkin. Hal ini dimaksudkan agar sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Dalam pengelolaan sumber daya manusia inilah diperlukan manajemen yang mampu mengelola sumber daya secara sistematis, terencana, dan efisien. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama bagi manajer sumber daya manusia ialah sistem keselamatan kerja dan kesehatan kerja (Rahman, 2013). Continue reading “Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja”

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja

Kecelakaan Pekerjaan Proyek Bangunan

Pentingnya mengenal lebih jauh apa itu Alat Pelindung Diri (APD) dan fungsinya untuk para pekerja, Bagi Perkerja lapangan Alat Pelindung Diri (APD) adalah equipment keselamatan kerja yang mutlak digunakan. Banyak tantangan dan bahay yang tak terduga saat bekerja. untuk itu mari kita mengenal lebih jauh beberapa ulasan tentang Alat Pelindung Diri (APD).

Beberapa metode yang dapat di lakukan dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja antara lain :
1.    Enginering Control yaitu dengan menambahkan beberapa peralatan dan mesin yang dapat mengurangi bahaya dari sumbernya. Seperti penggunaan system ventilasi dan exhaust untuk mengurangi bahaya dari debu atau gas.
2.    Administrative Control yaitu dengan membuat berbagai prosedur kerja termasuk kebijakan manajemen dalam implementasi K3. Hal ini bertujuan agar pekerja bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah ditetapkan sehingga kecelakaan atau kesalahan kerja dapat dihindari. Termasuk didalam adminstarsi control yaitu dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) atau personel pertective equipment (PPE) bagi setiap pekerja yang terpajan dengan bahaya di tempat kerja.
3.    Metode lain yang dapat digunakan untuk pengendalian bahaya adalah Inherently Safer Alternative Method, dimana metoda ini memiliki empat strategi pengendalian bahaya, yaitu:
Minimize : meminimalkan tingkat bahaya dari sumbernya dengan cara mengurangi jumlah pemakaian atau volume penyimpanan dan proses.
Substitue : mengganti bahan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya. Contohnya hádala menggunakan metoda water base sebagai pengganti solven base. Water base lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan solven base.
Moderate : menurunkan konsentrasi bahan kimia yang digunakan. Contohnya adalah menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi yang lebih rendah sehingga tingkat bahaya pajanannya menjadi lebih rendah.
Simplify : membuat prosesnya menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah di control.

Pengendalian-pengendalian bahaya di atas dapat di lakukan secara bersamaan, karena pada dasarnya tidak ada satu metodepun yang betul-betul bisa menurunkan bahaya dan resiko sampai pada posisi nol, Artinya adalah para pekerja masih besar kemungkinanya terpajan terhadap bahaya ditempat kerja. Untuk itu hal terpenting sebagai pertahanan dan perlindungan terakhir bagi pekerja adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).
Berdasarkan Undang-Undang RI No. 1 tahun 1970 bahwa pengurus atau pimpinan tempat kerja berkewajiban menyediakan alat pelindung diri (APD/PPE) untuk para pekerja dan para pekerja berkewajiban memakai APD/PPE dengan tepat dan benar.
Tujuan dari penerapan Undang- Undang ini adalah untuk melindungi kesehatan pekerja tersebut dari risiko bahaya di tempat kerja. Jenis APD/PPE yang diperlukan dalam berbagai aktifitas kerja di industri sangat tergantung pada aktifitas yang dilakukan dan jenis bahaya yang terpapar.
Namun Kesadaran para pekerja akan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja ternyata masih sangat rendah. Berdasarkan temuan dari survei  yang lakukan sejak tahun 2004 sampai saat ini  banyak sekali ditemukan kesalahan dan kekurangan dalam menggunakan APD di berbagai perusahaan baik lokal maupun yang berskala international.

Ada dua faktor utama yang melatar belakangi masalah ini yaitu rendahnya tanggungjawab management terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja dan rendahnya tingkat kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD.

Manajemen sebagai wakil dari pemegang saham atau pemilik perusahaan sepenuhnya bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja dengan menyediakan tempat kerja yang aman dan alat pelindung diri yang memadai.
Namun pada kenyataannya manajemen perusahaan masih menempatkan keselamatan dan kesehatan pekerja diurutan bawah dari skala prioritas dari suatu program perusahaan terutama kalau sudah berhubungan dengan anggaran keuangan.
Sebagai dampak dari hal tersebut para pekerja hanya diberikan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya tanpa mempertimbangkan tingkat bahaya di tempat kerja yang dihadapi setiap hari, tidak mendapatkan pelatihan yang mencukupi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dan bahkan ada perusahaan yang secara sengaja membodohi para pekerja dengan mengatakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak berdampak terhadap kesehatan pekerja atau tidak berbahaya.
Ada beberapa alasan klasik yang selalu dikemukakan oleh pihak manajemen tehadap para pekerja dalam penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu:
1.    Anggarannya terlalu besar, keuangan perusahaan tidak mampu mendanainya.
2.    Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia sudah mencukupi karena banyak perusahaan lain juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sama, Meskipun sebenarnya Alat Pelindung Diri (APD) tersebut tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
3.    Tingkat paparan masih dibawah nilai ambang batas (NAB).
4.    Tidak di rekomendasikan oleh induk perusahaan.
5.    Kondisi seperti ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak ada masalah.

Dengan alasan-alasan tersebut akhirnya para pekerja terpaksa menerima Alat Pelindung Diri (APD) seadanya atau bahkan tanpa Alat Pelindung Diri (APD) dalam bekerja.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD/PPE) Bagi Pekerja

Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan

kesadaran-akan-k3Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Kualitas produk yang dihasilkan tidak terlepas dari peranan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan. Faktor-faktor produksi dalam perusahaan seperti modal, mesin, dan material dapat bermanfaat apabila telah diolah oleh SDM. SDM sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja.

Riset yang dilakukan badan dunia International Labour Organization (ILO) menghasilkan kesimpulan, setiap hari rata-rata 6.000 orang meninggal, setara dengan satu orang setiap 15 detik atau 2,2 juta orang per tahun akibat sakit atau kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Jumlah pria yang meninggal dua kali lebih banyak dibandingkan wanita, karena mereka lebih mungkin melakukan pekerjaan berbahaya. Secara keseluruhan kecelakaan di tempat kerja telah menewaskan 350.000 orang. Sisanya meninggal karena sakit yang diderita dalam pekerjaan seperti membongkar zat kimia beracun (ILO, 2003 dalam Suardi, 2005).
Continue reading “Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan”

Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan

Bisnis Hijab Ala KEYLA Hijab

kayla2“KEYLA”Kerudung Budaya Asli Indonesia dengan slogan “Ekspresikan Dirimu dengan Hijab berkonsep fun, girly, atau gothic” merupakan sebuah terobosan usaha baru di bidang busana muslim khususnya jilbab dengan mengusung budaya-budaya Indonesia sebagai motif dan coraknya, namun tetap sesuai dengan kaidah ajaran Islam.9 dari 10 wanita Indonesia memakai jilbab. Setelah dilakukan survey di beberapa situs dan majalah hijab, 7 dari 9 wanita berhijab menginginkan model hijab yang tidak monoton. Hijab yang tidak monoton tersebut adalah bentuk ekspresi dari pribadi wanita yang mengenakannya. Ekspresi tersebut antara lain menunjukkan pribadi yang fun, girly, atau bahkan gothic. Namun, kebanyakan dari wanita tersebut, sulit untuk menemukan jilbab yang berkonsep fun, girly, atau gothic, karena jilbab yang ada di pasaran masih bersifat hijab style saja tanda ada konsep penggunaannya.

Bisnis jilbab KEYLA ini, memberikan kontribusi yang baik bagi pengusaha jilbab, pembeli dan negara Republik Indonesia. Untuk pengusaha jilbab, KEYLA ini merupakan suatu peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan. Bagi para pembeli dapat menggunakan jilbab yang bernuansa budaya-budaya Indonesia. Selain itu, pembeli juga dapat mengekspresikan kepribadiannya dengan mengenakan produk dari KEYLA ini. Pembeli juga dapat menggunakan jilbab dengan mudah sesuai dengan alur motif dan tutorial yang diberikan oleh KEYLA. Untuk negara Indonesia, KEYLA berperan memperkenalkan budaya-budaya Indonesia kepada masyarakat melalui motif atau hiasan produknya yaitu jilbab. Selain memproduksi jilbab dengan corak khas budaya Indonesia, dan jilbab dengan konsep fun, girly, atau gothic, KEYLA juga menawarkan kursus hijab style. Sehingga bagi para pemula yang masih kesulitan mengenakan jilbab dapat mengikuti kursus yang diadakan oleh KEYLA

Proses produksi KEYLA didasarkan dari pengalaman penulis dalam melukis kain dan beberapa referensi dari internet. Produksi ini menggunakan bahan kain yang baik disesuaikan dengan kebutuhan wanita Indonesia yang berada di daerah tropis. Pengemasan KEYLA disesuaikan dengan kriteria bisnis di bidang busana. Jilbab dimasukkan dalam kantong plastik yang bertuliskan logo KEYLA. Jilbab yang telah dibungkus kantong plastik kemudian dimasukkan ke dalam kantong jilbab dengan bahan kertas yang terdapat logo KEYLA di luarnya. Pengemasan KEYLA juga dilengkapi tutorial bagaimana menggunakan jilbab sesuai dengan jilbab yang dibeli. Di belakang tutorial, terdapat penjelasan motif budaya yang dicantumkan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa inggris.

Proses promosi dan distribusi dilakukan secara langsung dan online. Untuk promosi dan distribusi secara langsung, produk ditawarkan kepada konsumen misalnya kepada keluarga,teman,atau tetangga, memanfaatkan komunitas tempat berkumpul, mendistribusikan ke toko toko pakaian muslim, menjalin kerja sama dengan kenalan atau relasi yang berada di daerah atau kota lain, melakukan promosi kepada orang-orang yang baru dikenal, membuat alat-alat pemasaran seperti brosur atau katalog sehingga memudahkan calon pembeli memilih produk. Sedangkan promosi dan distribusi secara online dapat memanfaatkan social media seperti facebook, twitter, bbm dan social media lainnya.

Bisnis Hijab Ala KEYLA Hijab

Histori berdirinya kota Jakarta

Histori berdirinya kota Jakarta Histori berdirinya kota Jakarta – Kota Tua diawali saat pada th. 1526 Fatahillah di kirim untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa yang ada di Pajajaran, satu kerajaan Hindu pada th. 1526, yang nanti dinamakan Jayakarta. Kota yang namanya beralih jadi Batavia waktu pendudukan Belanda, saat ini dikatakan sebagai Kota Tua, Jakarta Tua, atau Batavia Tua. Luas ruang ini cuma 1. 3 km3 di daerah Jakarta Utara serta Jakarta Barat. Pemberian nama “Kota Tua” sendiri adalah sinyal sebagai pengingat daerah sekitaran semasa kolonial di era ke-16 kalau kota ini cuma ada pada daerah dinding Batavia (yang saat ini dimaksud kota) sesaat daerah sekitarnya hanya kampung (desa), perkebunan, serta sawah. Daerah yang mempunyai Glodok sebagai pusat kota ini kerap juga disebut-sebut sebagai “Permata Asia” serta “Ratu dari Timur” pada era ke-16 oleh pelaut Eropa. Kota Tua atau Batavia seperti namanya dahulu pernah jadi pusat komersil semua nusantara lantaran tempatnya yang strategis serta sumber daya yang melimpah. Continue reading “Histori berdirinya kota Jakarta”

Histori berdirinya kota Jakarta

Ketahui Apa Motor Kamu Harus Pakai BBM Premium Atau Pertamax

Ketahui Apa Motor Kamu Harus Pakai BBM Premium Atau Pertamax

Saat ini banyak kelompok pemakai roda dua tertarik berpindah ke bahan bakar pertamax yang harga nya lebih mahal dari premium. Pasalnya banyak yang berasumsi kalau mending gunakan pertamax saja toh selisih harga tak jauh-jauh sangat, jadi gunakan pertamax jadi lebih hemat.

Terlebih sesudah Pemerintah sudah keluarkan kebijakan baru di mana BBM bersubsidi dicabut. Walau sekian harga BBM premium serta Solar alami penurunan harga dari mulanya. Di bln. Januari BBM premium turun jadi Rp 7. 600 yang terlebih dulu Rp 8. 500, sedang solar dari Rp 7. 500 turun jadi Rp 7. 250. Dengan dicabutnya subsidi BBM jadi harga bakal ikuti harga minyak dunia plus nilai ganti Rupiah yang bakal ditetapkan setiap bulannya. Jadi harga BBM setiap bln. bakal naik turun. Continue reading “Ketahui Apa Motor Kamu Harus Pakai BBM Premium Atau Pertamax”

Ketahui Apa Motor Kamu Harus Pakai BBM Premium Atau Pertamax